Kamis, 18 Oktober 2012

Jangan Lupakan 2 Hal ini

Memang betul sekali bahwa website seorang pebisnis harus bisa meningkatkan penjualan dan bisa membantu promosi offline bisnis Anda, oleh karena itu ketika membuat website tersebut, objective utamanya adalah untuk menjual produk sebanyak mungkin.
Secara logika, maka website tersebut harus menampilkan berbagai produk yang ingin dijual dengan selengkap lengkapnya disertai dengan fitur produk dan spesifikasi.
Setelah itu, tinggal melakukan promosi yang gencar agar setiap orang tahu dan mengunjungi website tersebut. Mereka yang tertarik akan segera membeli, dan profit bisnis akan naik.
Apakah memang demikian kenyataannya?
Sayang sekali, TERNYATA kenyataannya adalah sangat berbeda.
Apa yang salah?

Perhatikan FAKTA 1:
Setiap pengunjung yang datang pertama kali ke website manapun, maka mereka pasti tidak pernah BACA, tidak pernah PERCAYA, tidak pernah BELI
Jadi tantangan pertama yang harus dihadapi oleh website adalah bukan menjual, tapi membuat pengunjung BACA.

Perhatikan FAKTA 2:
Statistik menunjukan bahwa dalam waktu 5-7 detik pengunjung sudah membuat keputusan untuk tetap berada di website tersebut, atau pergi dari website tersebut

Oleh karena itu TUGAS PALING PENTING pertama dari website adalah membuat pengunjung baca.
Apa yang bisa membuat pengunjung baca? Jawabannya: HEADLINE
Ketika website berhasil membuat pengunjung membaca, maka website tersebut punya kesempatan untuk membuat pengunjung percaya, dan akhirnya membuat pengunjung membeli.

Perhatikan FAKTA 3:
Lebih dari 99% pengunjung website pergi tanpa membeli apapun yang ditawarkan di website tersebut
Ketika pengunjung ini pergi, maka mereka belum tentu akan datang lagi, padahal mungkin saja ada produk yang mereka sangat perlukan dari website tersebut

Oleh karena itu TUGAS PALING PENTING kedua dari website adalah menangkap nama dan email dari pengunjung, sehingga bisa memanggil mereka kembali ketika ada produk baru atau promosi baru.
Prinsip ini berlaku bukan hanya berlaku di online, tapi juga di offline.

Bisnis Anda akan bertumbuh ketika Anda membuat sistem yang selalu mengumpulkan database dari prospek prospek yang pernah mampir ke toko Anda, atau ke website Anda. (Sumber: emcoach.com)

Sukses Menjadi Reseller

Menjadi reseller atau menjualkan barang dagangan milik orang lain sangat di pengaruhi oleh banyak hal. Hal-hal di bawah ini sangat penting untuk Anda ketahui sebelum berniat terjun kedunia bisnis internet dengan menjadi reseller.

Mutu produk
Berhubungan dengan kualitas barang yang akan dijual. Sebagus apa pun teknik Anda berpromosi akan menjadi kurang bernilai jika Anda ternyata mempromosikan barang atau produk yang tidak berkualitas. Karenanya sangat penting membeli dan menjual kembali produk yang berkualitas demi tanggung jawab Anda kepada konsumen. Hindarilah produk yang berpotensi akan merugikan konsumen lainnya.

Harga Produk
Jika ada dua produk yang sama dan dengan harga yang lebih rendah sudah pasti orang akan memilih harga produk yang lebih rendah. Karenanya sebelum membeli lihatlah perbandingan harga dari produk yang sama.

Salles Letter
Sales letter adalah kalimat home dari web yang menjual produk. Hal ini sangat menentukan kesuksesan Anda dalam penjualan produk kedepannya. Kalimat promosi yang dahsyat dan meyakinkan akan sangat penting sebagai senjata Anda dalam berjualan. Sales letter yang menarik, panjang, dan di lengkapi banyak materi penting seputar testimoni atau kesaksian member, bonus-bonus produk cenderung lebih memikat orang membeli produk tersebut.

Memahami Teknik Berpromosi
Jika Anda belum mengerti teknik berpromosi di internet maka hindarkanlah saja berusaha menjadi reseller karena uang anda hanya akan terbuang secara sia-sia saja.Hal ini disebabkan oleh kerasnya persaingan di dunia internet.Pada suatu produk yang laku jumlah yang menjadi reseller sangat banyak sekali.

Guna Produk
Belilah dan juallah kembali yang kira-kira berguna untuk orang. Sewaktu memutuskan membeli Anda harus melihat bukan hanya dengan kaca mata Anda tapi juga pola pikir orang.

Blog Sebagai Media Iklan
Punya blog sangat penting untuk menjadi reseller. Sangat baik jika Anda punya blog yang bagus, dalam artian sudah terindeks di google, yahoo, msn, dan mesin pencari lain karena sangat membantu tingkat kunjungan ke web yang Anda iklankan. Blog yang terindeks di yahoo atau google biasanya adalah produk yang mempunyai tulisan sendiri sekalipun mungkin tidak semua. Blog yang hanya berisi copy paste biasanya tidak akan bisa muncul di search engine, jika pun muncul tidak akan banyak.

Kisah Sukses Seorang Sales Superstar

Dunia marketing dewasa ini mengalami salah satu periode yang paling menarik dalam sejarah. Dengan semakin bertumbuhnya sarana promosi online, buzz marketing, dan pesan multimedia, perusahaan memiliki lebih banyak cara memasarkan produk dan jasa dibandingkan sebelumnya. Seorang salesperson kini membutuhkan lebih banyak dari sekadar sebuah setelan yang rapi, kemampuan yang baik, dan sebuah senyuman. Salespeople membutuhkan sebuah rangkaian rencana, inovasi, kecerdasan, penguasaan teknologi, dan dedikasi.


Ralph. R. Roberts adalah seorang top real estate salesman. Ia sangat disegani dalam dunia real estate dan pembiayaan perumahan, seorang pembicara yang sangat andal, sales coach, dan juga konsultan.

Dalam kurun waktu satu tahun selama periode karier yang sangat luar biasa sebagai seorang salesman real estate, Ralph R. Roberts berhasil menjual lebih dari 600 properti—ratusan kali lebih banyak dari rata-rata salesman. Dalam Walk Like a Giant, Sell Like a Madman, master pemasaran legendaris ini menunjukkan kepada Anda bagaimana memperoleh kesuksesan besar seperti itu, yang telah membuatnya menjadi seorang sales superstar.

Ada saatnya ketika Roberts berjuang keras untuk setiap penjualan yang ia lakukan, sama seperti sales yang lainnya. Namun, melalui tujuh langkah, ia mentransformasi dirinya dari orang biasa menjadi luar biasa. Kini, ia akan membimbing Anda dengan cara yang sama untuk mendapatkan peningkatan profesional, menunjukkan kepada Anda bagaimana memiliki sikap positif yang diperlukan, mengadopsi filsafat entrepreneurial, menggali lebih dalam dan lebih baik referral, dan menggenjot kemampuan pembaca.

Buku edisi kedua ini pun telah di-update dan ditambah dengan segala perubahan yang terjadi baru-baru ini, termasuk teknologi baru dan peluang online bagi pengembangan karier Anda, reputasi Anda, dan banyak sekali buzz.

Pada bagian awal buku ini dibahas karakteristik seorang salesperson sukses dan tujuh langkah untuk menjadi salesperson yang sukses, yaitu: jadilah seorang salesperson, bukan penerima perintah; dapatkan bekal pendidikan setinggi mungkin; keluarkan uang untuk menghasilkan uang; ikuti jejak seorang yang sukses; bina hubungan baik; kuasai sarana yang bisa Anda gunakan; dan selalu konsisten dalam menjalankan ini semua. Langkah-langkah ini bermanfaat bukan hanya untuk kehidupan profesional, melainkan juga berguna dalam kehidupan pribadi, dan kesuksesan yang sebenarnya harus memperhatikan kedua sisi tersebut.

Dalam bab-bab awal diuraikan mengenai bagaimana memotivasi diri untuk meraih target dan mengubah diri Anda dari seorang salesperson menjadi seorang entrepreneurial salesperson. Roberts menguraikan bagaimana menentukan target; menentukan deadlines yang realistis; dan menggapai target melalui beberapa tahapan; memilih rewards yang akan memotivasi diri Anda; dan membuat visi untuk pencapaian di masa mendatang.

Setiap hari, salespeople memutus peluang mendapatkan pasar potensial karena mereka tidak mampu atau tidak mau berhubungan dengan pelanggan atau klien dengan latar belakang yang berbeda. Oleh karenanya, Roberts menyarankan agar kita harus lebih sensitif terhadap perbedaan dalam lahan pemasaran kita, dan mencari informasi serta panduan yang diperlukan untuk menggarap demografi pelanggan yang berbeda-beda.
Roberts menyarankan agar kita berhenti berburu untuk mencari prospek baru dan mulai bertani. Dengan bertransformasi dari pemburu menjadi petani, Anda akan mengubah seluruh gaya hidup Anda. Alih-alih tersiksa dengan pencarian yang tak kunjung dapat, Anda disarankan untuk membangun aliran referral yang tetap dan akan menghidupi Anda sepanjang tahun. Cara mudah untuk menggambarkan ini semua adalah bahwa Anda disarankan untuk mengubah diri dari seorang salesperson menjadi lebih dari sekadar teman bagi pelanggan dan klien Anda. Singkat kata, berhentilah menjual dan mulailah membina hubungan baik.
Setiap bab dalam buku ini ditutup dengan sebuah checklist untuk membantu Anda berjalan dalam jalur yang benar dan untuk memberikan sarana evaluasi langkah-langkah Anda.

Buku ini menyajikan gagasan-gagasan yang sudah terbukti sukses bagi para praktisi marketing. Buku yang cukup mudah dipahami, praktikal dengan banyak cerita menarik, dan tidak mengada-ada. Namun demikian, oleh karena Ralph Roberts adalah tipikal seorang Amerika yang patriotik, ia terkesan terlalu banyak berbicara mengenai dirinya sendiri. Mungkin timbul anggapan bahwa buku ini adalah sarana promosi bagi dirinya sendiri.

Ingin sukses? Hindari 14 Penyebab Kegagalannya

Setiap orang ingin sukses, apapun caranya. Namun untuk meraihnya, tentu saja tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan untuk meraih sukses yang Anda damba. Namun untuk mewujudkannya, ada baiknya jika Anda  simak beberapa hal dibawah ini:

1. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN USIA ANDA!
  • Nelson Mandela, jadi presiden usia 76 tahun
  • Steve Jobbs, jutawan usia 21 tahun
  • Kolonel Sanders (KFC), mulai bisnis umur 65 tahun
  • Winston Churchill, banyak gagal dan hambatan, baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.
  • Bill Gates, terkaya di dunia usia 41 tahun
2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA,BANGSA, WARNA KULIT DAN KETURUNAN
  • Obama : Presiden Amerika Serikat saat ini
  • Jenderal Colin Powell, Martin Luther King : kulit hitam
  • Confusius: anak yatim di Cina
  • Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.
3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN (CACAT) FISIK.
  • Hellen Keller: tuna netra, tuna rungu, penulis dan pendidik terkenal dunia.
  • Shakespeare: cacat kaki, penulis novel.
  • F.D. Roosevelt: terkena polio, presiden 32 AS.
  • Beethoven: tuna rungu, komposer musik.
  • Napoleon Bonaparte : sangat pendek, wajah tidak menarik, pemimpin pasukan penakluk Eropa.
  • Anthony Robbins: Lulusan SMA, kegemukan, merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, menjadi langsing, motivator terkenal dunia.
4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN
  • Thomas Alfa Edison : pendidikan SD, 2000 paten.
  • Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, orang terkaya di Hongkong.
  • Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah
  • The Wright Brother : orang biasa dan tidak berpendidikan tinggi, menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.
  • Bill Gates, orang terkaya didunia memulai bisnis setelah lulus SMA.
  • Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.
5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA
  • Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.
  • Walt Disney : usia 20 tahun pemuda miskin dan tidak terkenal, usia 30 tahun jadi usahawan terkenal.
  • Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin
  • Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, jadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.
  • Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil, adiknya terlibat obat terlarang.
MENGAPA BANYAK ORANG GAGAL
  1. Tidak ada tujuan / goal yang tepat, tidak tahu apa yang diinginkan dalam hidup
  2. Tidak pernah mencatat tujuan : hanya di kepala, tidak dikertas atau Goal Visualization atau sarana apapun.
  3. Tidak ingin bertanggung jawab atas tindakannya, selalu mencari alasan atau excuse atas kegagalannya.
  4. Tidak ada tindakan yang efektif : Banyak rencana, tidak ada tindakan alias No Action Talk Only (NATO).
  5. Membatasi diri : menganggap tak berhak sukses karena, terlalu tua, tak punya modal, bawaan keluarga, tempat tak memungkinkan.
  6. Malas : tidak mau kerja keras, selalu berusaha menggunakan cara paling mudah, cepat dan hemat waktu, tapi ingin mendapatkan uang paling banyak.
  7. Berteman dengan teman-teman yang salah, hidup di lingkungan orang-orang yang gagal.
  8. Tidak bisa mengatur waktu alias salah prioritas.
  9. Salah memakai strategi atau cara bertindak, tidak mempunyai strategi yang paling baik. Berusaha keras, hasil nol.
  10. Kurang pengembangan diri: jarang membaca, mendengar kaset, seminar, mengumpulkan informasi baru dan lain-lain.
  11. Tidak ada kesungguhan atau komitmen untuk sukses: mudah putus asa atau menyerah pada waktu menghadapi rintangan.
  12. Kurang menggunakan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar.
  13. Kurangnya hubungan antar manusia yang baik.
  14. Sombong dan menganggap diri sendiri paling hebat dan berhenti belajar.
Ingin sukses? Cobalah untuk menghindari 14 penyebab kegagalan di atas! Perlu dicatat orang-orang sukses tahu apa yang mereka inginkan, dan menggunakan hubungan mereka, kerja keras, kesabaran dan disiplin untuk mencapai hasil yang luar biasa. Demikian juga Anda! Semoga Anda sukses….!

10 Orang Sukses yang Berawal dari Kegagalan

1. Adam Khoo | Dia adalah orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.

Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas 4 SD, ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh 6 SMP terbaik di sana.
Akhirnya ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.

Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki 4 bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta. Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.

2. Albert Enstein
http://hermawayne.blogspot.com
Siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.

3. Aristotle Onassis
http://hermawayne.blogspot.com
Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya.

Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang. Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.

4. Thomas Alva Edison
http://hermawayne.blogspot.com
Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya pun membaca kertas tersebut yang berisi, “Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.” Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ”anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”

Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.

5. Chris Gardner
http://hermawayne.blogspot.com
Sudah pernah nonton film atau baca buku “The Pursuit of Happyness”? Itulah kisah nyata kehidupan Christoper Paul Gardner yang diperankan oleh Will Smith. Pahit manisnya kehidupan tampaknya sudah dirasakan olehnya. Kehilangan tempat tinggal, ditinggal istri, ditangkap polisi, kesulitan membayar kredit, semuanya sudah dirasakan. Dia bukanlah seorang yang berpendidikan tinggi, tapi dia terus berusaha dan berjuang. Kini dia menjadi seorang milyuner sukses, motivator, entrepeneur dan filantropis. Sekarang dia mempunyai Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham.

6. Ludwig Van Beethoven
http://hermawayne.blogspot.com
Jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil yang telah mempunyai 8 anak, 3 di antaranya tuli, 2 buta, 1 mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya? Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis termahsyur di dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven.

Ketika Beethoven berumur di ujung 20an, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak, tapi akhirnya ia menjadi Komponis yang terkenal dengan karya 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi.

7. Louis Braille
http://hermawayne.blogspot.com
Louis Braille mengalami kerusakan pada salah satu matanya ketika berusia 3 tahun. Waktu itu secara tidak sengaja dia menikam matanya sendiri dengan alat pembuat lubang dari perkakas kerja ayahnya. Kemudian mata yang satunya terkena sympathetic ophthalmia, sejenis infeksi yang terjadi karena kerusakan mata yang lainnya. Kebutaan tidak membuatnya putus asa, ia menciptakan abjad Braille yang membantu supaya orang buta juga bisa membaca. Sekarang siapa yang tidak tahu Abjad Braille?

8. Abraham Lincoln
http://hermawayne.blogspot.com
Kisah Lincoln merupakan contoh klasik orang-orang yang benar-benar berani gagal.
Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun 1833.
Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
Gagal memenangkan kontes pembicara pada tahun 1838.
Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.
Akhirnya pada tahun 1860, ia dilantik sebagai presiden Amerika yang ke-16 dan menjadi salah seorang presiden yang sukses dalam sejarah Amerika.

9. Bill Gates
http://hermawayne.blogspot.com
Nah, ada yang tidak kenal Bill Gates? William Henry Gates III, atau yang lebih dikenal Bill Gates adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates.

Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007). Siapa sangka dia dulunya DO dari Harvard dan sebelumnya pernah bekerja sebagai Office Boy.

10. Mark Zuckerberg
http://hermawayne.blogspot.com
Yang satu ini dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri. Bagaimana tidak, dimulai dari sebuah situs penghubung mahasiswa Harvard, ternyata banyak yang menyukainya, dengan nekat ia mengikuti jejak seniornya, Bill Gates, DO dari Harvard untuk mengembangkan situs tersebut menjadi Facebook yang kita kenal sekarang.
 
Tahukah Anda? Mark pernah menolak tawaran Friendster yang ingin membeli Facebook 10 juta US$, artinya sekitar Rp. 9,500,000,000 (kurs Rp. 9,500), tawaran dari viacom 750 juta dolar (Rp. 7,125,000,000,000) dan yang paling mengagetkan tawaran dari yahoo sebesar 1 miliar dolar (Rp. 9,500,000,000,000)

Survei Perilaku Konsumen – Pertimbangan Utamanya, Dekat dan Murah

Mudah dijangkau atau dekat dengan rumah serta harga yang murah adalah dua hal yang menjadikan Alfamart, Carrefour dan Indomaret dipilih oleh konsumen sebagai tempat yang paling sering dikunjungi untuk berbelanja di supermarket/hipermarket. Di samping tentunya karena banyak pilihan dan tempatnya nyaman. Demikian laporan yang terungkap dari hasil survei yang dilakukan SurveyOne belum lama ini.

Survei yang melibatkan 1.400 responden di empat kota besar (Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar) ini menyingkap apa yang menjadi faktor terpenting dalam pemilihan jasa untuk beberapa kategori. Menarik dicermati bahwa untuk jasa yang dikunjungi secara rutin, konsumen lebih mempertimbangkan masalah lokasi. Pertimbangan utama akan berbeda bila jasa itu tidak dibeli atau dikunjungi secara rutin semisal penerbangan atau asuransi.

Jika supermarket adalah tempat aktivitas rutin berbelanja, maka bank adalah tempat aktivitas rutin yang berhubungan dengan keuangan. Maka dari itu, tak heran jika BRI, BCA, Mandiri dan BNI adalah deretan nama bank yang paling banyak dipilih konsumen untuk menyimpan uangnya. Jarak yang dekat dengan rumah adalah pertimbangan konsumen untuk memilih bank. Dibandingkan bank lainnya, keempat bank tersebut memang memiliki jaringan cabang paling luas yang menyebar hingga ke setiap sudut kota, sehingga memudahkan konsumen untuk mengunjunginya.

Namun, konsumen tidak hanya melihat kedekatan lokasi sebagai  pertimbangan utama. Ada juga yang memperhatikan kualitas pelayanan serta bank yang terpercaya sebagai faktor terpenting dalam memilih sebuah bank. Bagusnya, faktor ini juga sudah dimiliki dengan baik oleh keempat bank tersebut.
Sementara itu, penerbangan adalah jasa yang tidak rutin digunakan oleh sebagian besar konsumen. Ditambah lagi dengan daya beli konsumen Indonesia yang relatif masih rendah hingga saat ini. Karenanya, kebanyakan penumpang pesawat lebih mengutamakan faktor harga tiket yang murah. Faktor ini menempati urutan teratas melampaui faktor pelayanan yang baik, bahkan faktor keamanan.

Dalam hal jasa penerbangan, Lion Air paling banyak dipilih oleh penumpang Indonesia. Maklum, maskapai ini memang dikenal sebagai pelopor tarif murah di Indonesia. Dengan melakukan efisiensi di berbagai pos pengeluaran, termasuk tidak memberikan makanan bagi penumpang seperti yang dilakukan maskapai lainnya, Lion Air mampu menawarkan tarif terjangkau bagi masyarakat luas.

Tidak ingin terbawa arus persaingan tarif murah, Garuda Indonesia mencoba bertahan dengan strategi pelayanan yang lebih baik. Sebab, tidak semua penumpang Indonesia asal pilih pesawat yang murah. Masih banyak penumpang yang lebih memperhatikan faktor pelayanan dan keamanan. Strategi ini ternyata cukup efektif sehingga masih banyak konsumen yang memilih Garuda untuk jasa penerbangan. Garuda menempati urutan kedua setelah Lion Air sebagai penerbangan yang paling banyak dipilih.

Sama halnya dengan jasa penerbangan, rumah sakit bukanlah tempat untuk dikunjungi secara rutin. Umumnya masyarakat Indonesia   berasal dari kelas sosial ekonomi menengah-bawah, karena itu faktor biaya menjadi pertimbangan utama dalam memilih rumah sakit. Tapi, lantaran kondisi darurat agar pasien cepat tertangani, maka banyak juga konsumen yang lebih mengutamakan jauh-dekatnya lokasi rumah sakit. Sementara itu, fasilitas dan pelayanan yang diberikan rumah sakit cuma diperhatikan oleh konsumen tertentu sebagai faktor terpenting dalam memilih rumah sakit.

Selanjutnya, hingga saat ini asuransi belum menjadi kebutuhan vital bagi sebagian besar konsumen Indonesia. Kondisi itu tampak jelas dari masih kecilnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia. Kalau toh memiliki produk asuransi, kebanyakan itu bukan karena kesadaran sendiri. Ini terlihat dari jawaban responden yang lebih banyak menyebut dari kantor sebagai alasan memilih asuransi. Artinya,  asuransi yang mereka miliki merupakan fasilitas dari kantor.

Premi yang murah juga merupakan faktor terpenting dalam memilih asuransi, disusul oleh faktor terpercaya dari asuransi yang bersangkutan. Di sini, Bumiputera dan Jamsostek bisa menempati urutan teratas sebagai asuransi yang paling banyak dipilih konsumen. Karena Bumiputera memiliki premi yang terjangkau oleh sebagian besar konsumen; sedangkan Jamsostek, hampir semua perusahaan mengasuransikan karyawan atau buruhnya dengan asuransi ini.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa konsumen dalam memilih sebuah jasa sering kali tidak berdasarkan karena merek terkenal. Justru kemudahan dalam mendapatkan jasa itu serta harga terjangkau yang dijadikan pertimbangan utama. Oleh karena itu, agar bisa dipilih oleh konsumen, maka jasa tersebut tidak cukup hanya bermodalkan brand awareness, tetapi juga tingkat availibility yang tinggi sehingga memudahkan konsumen untuk mendatanginya. Apalagi jika hal ini ditunjang pula dengan harga yang terjangkau.  (Anang Ghozali)

Sikap Konsumen terhadap Private Label

Di industri retail, tren mengembangkan merek sendiri atau dikenal dengan istilah private label, saat ini semakin berkembang—khususnya di Eropa, Amerika, dan daerah Pasifik. Hal itu didukung oleh sikap konsumen yang positif terhadap keberadaan produk private label. Di sana, sudah banyak konsumen yang menganggap bahwa produk tersebut merupakan alternatif yang baik terhadap merek lainnya. Hasil survei AC Nielsen tentang Sikap Konsumen terhadap Private Label yang belum lama ini dilakukan, menunjukkan bahwa 78% konsumen di Eropa menyatakan “setuju” dan “sangat setuju” bahwa private label merupakan alternatif yang baik terhadap merek lainnya.

Dukungan yang besar terhadap keberadaan produk tersebut juga dikemukakan oleh konsumen di Pasifik (78%), Amerika Utara (77%) dan Afrika Selatan (72%). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 64% konsumen di Amerika Latin dan 51% konsumen di Asia.

Di antara 38 negara cakupan survei, Belanda (91%), Portugal (89%) dan German (88%) adalah negara-negara yang memimpin dalam tingkat kesetujuan konsumen terhadap pernyataan bahwa produk ini merupakan alternatif yang baik. Kondisi itu dimungkinkan karena memang kehadiran private label yang sangat kuat di sana.

Bagaimana dengan Asia? Keberadaan private label di Asia masih belum kuat. Hal ini tercermin dari hasil survei yang menunjukkan 8 dari 10 negara terbawah berasal dari Asia, dengan konsumen Jepang dan Malaysia (35%) yang paling sedikit setuju bahwa merek-merek keluaran pasar swalayan itu adalah alternatif terhadap merek lainnya. Tidak jauh beda dengan di Indonesia, kehadiran private label saat ini masih belum banyak mendapat dukungan dari konsumen. Sebagaimana terlihat hasil survei 2004, di mana hanya 21% konsumen Indonesia yang membeli produk tersebut.

Meskipun lebih murah, tidak berarti bahwa private label hanya berarti bagi orang-orang yang memiliki anggaran terbatas. Konsumen global tidak setuju jika private label dimaksudkan untuk kalangan dengan anggaran terbatas, yang tidak sanggup membeli merek-merek terbaik. Ini berlaku pada lebih dari separuh konsumen di AS (56%), Pasifik (54%), dan Eropa (50%). Sebaliknya, di negara berkembang, lebih dari dua pertiga konsumen Taiwan, Malaysia, Indonesia dan Filipina setuju bahwa private label adalah untuk orang yang tidak sanggup membeli merek-merek terbaik.

Sikap seperti itu dapat dikaitkan dengan kurangnya pemahaman akan merek-merek retailer di pasar negara berkembang. Contohnya di Malaysia dan Taiwan, hampir separuh dari responden juga setuju bahwa mereka tidak tahu banyak tentang merek-merek retailer untuk mencobanya.